Jamaah Tablig Saudara Kita

Ass akhi..
Saya sedih dengan cara berfikir antum terhadap sesama Muslim..

         Jangan kau larikan dirimu dari kenyataan. JT sudah begitu banyak berbuat untuk agama Allah akh. Mereka mengajak orang-orang shalat berjamaah ke Masjid. Mereka hidupkan sunnah-sunnah Rasul dilingkungannya. Yang sudah jelas ketaatannya. Cara makan, cara dakwah, buang hajat, memberi salam yang dicontohkan Rasul, menghidupkan silaturahmi, dakwah ke daerah-daerah untuk mengajak orang kepada Allah, ke Thailand, Amerika, Inggris, Bangladest, ke NTB, NTT, Papua dll. Mereka dihina, diludahi, dicaci, dimaki, diasingkan, dianggap orang bodoh dan sebagainya. Tapi mereka ttp fikirkan agama ini Akh. Mereka hidupkan tahajjud dimalam yg dingin, hidupkan duha, puasa senin kamis, mereka fikirkan mushola yang sangat kosong-kosong setiap hari agar bisa makmur, mereka risaukan orang-orang yang tidak menjalankan agama Allah agar bisa kembali. Dan sudah banyak orang-orang yang datang kemasjid berkat mereka. Mereka sudah menyebar ke seluruh pelosok dunia akh, membawa bendera islam.. Ingin mengajak manusia-manusia kembali kpd Allah..

          Harusnya kita Tanya kepada diri kita akh, sudah silaturahmikah kita setiap hari kepada setiap muslim muslim? Andai kaki Rasul diberi tinta maka penuhlah jazirah arab dengan tinta itu lantaran tak ada pintu yang tak di ketuk rasulullah. JT sudah melakukan itu akh setiap harinya. Sudahkan kita seperti itu akhi? Sudahkah tiap saat kita dzikir? Sudahkah kita matia-matian berusaha shalat khusu? Sudahkah kita mengajak orang2 pada kebaikan(soleh scr sosial)? Sudahkah sunah2 Rasul antum kerjakan mati2an? Kurang lebih JT sudah melakukan itu akh. Mereka punya ilmu dan mereka banyak amal. Tidak seperti kita  yang hanya banyak ilmu tp sedikit amal. Kita selama ini terus berkutat pada masalah bid’ah akh, yang sebenarnya kita juga belum tau secara jelas apakah hal2 yg kita angap bid’ah itu adalah bid’ah.

          Bid'ah yang antum sematkan ke JT seharusnya tidak perlu dipublikasikan ke orang lain akh. Hal ini hanya membuat stigma negatif terhadap JT. Dan membuat silaturahmi kpd orang yang menganggap bid'ah putus terhadap JT, padahal JT juga kaum muslimin yang harus kita pikirkan sebagai saudara. Telan saja sendiri akh bid'ah yang antum anggap itu, karena Rasulpun tidak pernah memerintahkan kita untuk membid'ah-bid'ahkan muslim yang lain. Rasul hanya memerintahkan kita untuk mengajak orang lain taat kpd Allah. Kalupun mereka bid'ah akh, apakah antum sudah bersilaturahmi kepada mereka meminta penjelasan mengenai apa-apa yang antum angap bid'ah itu?
Kalau ternyata belum, maka silaturahmilah akhi.. agar tak melihat hanya dari satu sisi saja..

          Saya berlindung kpd Allah untuk hal ini. Saya buka JT. Saya bukan ingin mendebat antum dan menyudutkan. Tapi inilah fikir saya terhadap saudaraku. Rasanya kurang bijak, jika JT yang sudah mengamalkan bermacam-macam sunah2, menegakkan kalimat Allah, orang2 yang zuhud, antum pandang sebelah mata. Dan ini bisa memecah umat.

          Dikampus saya, ada teman saya yang sering ikut tahlil, lalu ada teman yang lain mengatakan hal itu bid'ah dan neraka yang menunggunya. Setelah berdebat panjang lebar, akhirnya orang yang sering tahlil itu kecewa dengan kesimpulan temannya yang menghakimi dirinya bid'ah. Antum tau apa yang terjadi selanjutnya??
Teman saya yang tahlilan itu, tak pernah lagi datang kemasjid karena sebab musabab di hakimi sebagai pelaksana bid'ah. Sedih bukan kepalang saya dengan kjadian ini.

Rasanya amal-amal soleh JT sudah cukup menjadi jawaban atas bid’ah yang antum sematkan kepada mereka akh.

Mudah-mudahan Kita menjadi umat yang selalu iri melihat orang lain taat kepada Allah.
Wass..

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme