Saya sangat spesial karena saya dilahirkan dari keluarga yang begitu indah. Nama ayahku Haryanto. Ia seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia yang sudah cukup lama mengabdi untuk negeri ini. Kegigihan serta tanggung jawabnya ketika mengabdi untuk negeri dan untuk keluargaku selalu menghasilkan kekaguman didirinya untukku. Lalu Ibuku bernama Rochayati, dia seorang pribadi yang juga mengagumkan, ia mencurahkan hidupnya untuk negeri sebagai pahlawan tanpa tanda jasa selama puluhan tahun. Ibuku ini sangat mengagumkanku bahkan melebihi kagumnya diriku pada ayahku. Ibuku ini seorang manager dirumahku. Ia mengatur keadaan rumah yang sangat berantakan setiap harinya oleh anak-anaknya. Ditengah lelahnya jiwanya bekerja, ia tak pernah ragu menjadikan sisa tenaganya sebagai pelita dirumah kami.. Aku bangga pada keduanya..
Pendidikan dasarku kuhabiskan di Rawa Barat 07 Pagi dibilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Disana aku termasuk siswa yang cukup pandai karena selalu mendapatkan peringkat 10 besar setiap penerimaan raport yang membuatku kadang-kadang merasa sombong sedikit. hhe. Kegiatan Ekstrakulikulerku disana adalah Drum Band yang selalu mendapatkan piala setiap kalinya ketika mengikuti lomba. Walaupun peranku hanya sebagai pianikawan, tetapi tetap saja kebanggaan selalu menghinggapi diriku ketika itu karena selain bertugas memainkan pianika, aku seorang pianikawan dalam kegiatan drum band juga dituntut untuk pintar berorganisasi untuk membuat kolaborasi barisan yang indah.
Lulus SD, aku langsung ditempatkan di SMPN 13 Jakarta Selatan. Sekolah yang cukup favorit dibilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan selain SMP 19 dan SMP 12. Disekolah menengah ini, tidak ada yang spesial dari kegiatanku walaupun sebenarnya aku juga masih selalu mendapatkan peringkat 10 besar dari setiap rapot-rapotku.
Masuk SMA, ada ombak yang tak jelas datangnya dari mana mendamparkanku di SMAN 90 Jakarta yang terletak sangat dekat dengan kediamanku. Disanalah aku mulai merasa hidup. Disana aku mengenal futsal. Salah satu bidang olahraga yang sampai saat ini masih menyita perhatianku. Olahraga yang membuatku gembira setiap saat, olahraga yang membuatku bercengkrama dengan teman-teman yang begitu mengesankan, olahraga yang membuatku mampu berkoordinasi dalam limpahan keringat, olahraga yang membuatku mampu melepaskan beban yang ada, olahraga yang membuatku menghasilkan piala-piala kebanggaan yang sangat kubanggakan sampai saat ini. Sampai-sampai semboyanku saat itu adalah “life is the game, futsal is for real”, hha! Sebuah ungkapan konyol yang begitu lucu jika kukenang saat-saat ini. Selain aktif di ekskul futsal aku juga aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah. Banyak sekali kegiatan yang kupanitiai saat itu selama satu tahun menjabat. Namun ada satu hal yang sangat disayangkan bahwa saat itu aku tak terlalu serius menjalaninya karena tak sadar betapa pentingnya organisasi yang baru aku sadari satu tahun belakangan ini.
Sekarang aku kuliah di Universitas Nasional Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Jurusan Komunikasi-Advertising. Sebuah kesempatan yang tak banyak dimiliki orang lain untuk mengecap bangku perguruang tinggi. Dan disini aku berjanji untuk menjadi sesuatu yang bisa membuat Allah tersenyum dan kedua orangtuaku bangga. Walau tak aktif organisasi dikampus, ternyata Allah menuntunku aktif oranganisasi kecil dilingkungan rumah sebagai Anggota Karang Taruna dan menjadi Ketua Remaja Mushola.
Menjadi Ketua Remaja Mushola sebenarnya tak pernah kubayangkan dan sama sekali tak pernah kuharapkan hadir walau dalam mimpi sekalipun. Hal itu dikarenakan aku sama-sekali tak memiliki dasar agama yang baik. Bahkan bisa dikatakan aku adalah manusia dungu yang jarang menunaikan shalat berjamaah di Rumah Allah bahkan dirumah sekalipun karena kebodohanku yang tak mampu melihat kebesaran Allah yang tertutup oleh asumsi-asumsi dangkalku tentang-Nya dan akibat ceteknya ilmu pengetahuanku yang dengan bodoh menyimpulkan logika-logika Allah dengan logikaku yang jelas jauh berbeda takarannya. Tapi inilah pertolongan Allah padaku. Ini bukti kasih-sayangya untuk hambanya yang mempunyai hati yang belum mati(walau sudah redup). Disinilah aku berorganisasi kecil-kecilan sebagai leader, dan inilah titik awalku untuk mewujudkan harapanku menjadi model manusia muslim untuk mencapai manusia sukses dan mulia (derajat ihsan)
Untuk mencapai derajat Ihsan tentunya diperlukan komitmen yang kuat dan perencanaa yang besar. Untuk itu, aku membuat sebuah rencana hidup yang insya Allah akan aku jalankan sekuat tenaga untuk mencapai derajat ihsan itu. Ya Allah, inilah proposal hidupku:
KEGIATAN WAKTU/HARI
Tidur 7 Jam
Baca Buku 2 Jam
Olahraga 1 Jam
Nonton TV 4 Jam
Ibadah 5 Jam
Interaksi Sosial 2 Jam
Interaksi Keluarga 3 Jam
Kegiatan Menghasilkan Uang 2 Jam
Untuk menambah Ilmu yang akan menopang tujuan hidup, aku memutuskan menunjuk 3 Guru di bidangnya untuk aku jadikan ladang Ilmu:
Guru Ilmu Pendidikan
Untuk mengembangkan potensi diri dan bisa bersaing dalam tatanan kehidupan global, aku menjadikan dosen-dosen dikampus sebagai ladang ilmu pengetahuan. Pelajaran yang disampaikan mereka akan aku serap sekuat tenaga sebagai perbendaharaan pengetahuan sebagai modal dalam kehidupan kedepan. Selain itu, aku juga akan memaksa diriku untuk sering datang ke perpustakaan-perpustakaan dan took-toko buku serta menghadiri seminar-seminar yang dapat menunjang bidang yang kugeluti.
Guru Spiritual
Untuk menjadi sukses sekaligus mulia dunia akhirat dan mendapatkan keseimbangan dalam hidup, kupaksakan diriku untuk menimba Ilmu Agama Islam yang kuyakini sebagai sistem terbaik yang ada didunia ini. Untuk meningkatkan kualitas spiritual, aku menunjuk guru Liqo’ku Ustad Nurman sebagai sumber pengetahuan agama. Selain Ustad Nurman, aku juga akan memaksa diriku untuk selalu mengikuti kajian bulanan Majelis Manajemen Qolbu oleh K.H. Abdullah Gymnastiar yang selalu diselenggarakan setiap bulan diminggu kedua di Masjid Istiqlal, Masjid Bank Indonesia, Masjid Raya Pondok Indah dan mengikuti Kajian Lepas Kerja Tafsir Al-Qur’an Tematik yang diadakan setiap Jum’at.
Guru Olahraga
Selain kebutuhan akan ilmu dan kebutuhan spiritual, aku juga harus memenuhi kebutuhan jasmaniku sebagai penunjang kegiatanku sehari-hari. karena tubuh yang sehat adalah kunci jiwa yang kuat sebagai daya tahan tubuh dalam beraktifitas. Dalam bidang ini, aku menjadikan tempat latihan futsalku Adji Massaid Futsal Clinic sebagai tempatku berkoordinasi dalam membentuk katahanan tubuh.




18.12
Matahari Pagi

Posted in 
No Response to "NAMA SAYA ALDO INDARMAWAN ADALAH SPESIAL"
Posting Komentar