Slogan-slogan emansipasi wanita sudah sangat melebar gaungnya. Wanita-wanita indonesia terlihat sangat antusias untuk ikut ambil bagian. Hal ini terlihat dari banyaknya kegiatan-kegiatan wanita yang sudah mulai terbuka serta masuknya wanita ke dalam dunia ketenagakerjaan secara besar-besaran.
Hal ini tentunya berdampak positif terhadap kehidupan kaum wanita. Wanita tidak lagi dianggap seperti barang yang kotor sehingga tidak boleh keluar rumah, seperti pada zaman-zaman kerajaan yang menganggap aibnya seorang wanita. Sekarang wanita lebih berkembang, lebih mandiri dan lebih cemerlang baik karir maupun kecerdasannya. Dan ini membawa angin positif bagi kehidupan wanita itu sendiri dan juga mempunyai dampak negatif terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan.
Sudah mulai diakuinya keberadaan wanita, ternyata membuat mereka tidak puas dengan keadaan mereka sekarang. Mereka sekarang menuntut hal-hal yang lebih jauh lagi yaitu persamaan hak dan kewajiban dengan kaum pria. Mereka terlalu terbawa dengan slogan emansipasi yang dimotori kebudayaan barat tanpa pernah sedikitpun tau dan mencoba untuk mengetahui apa dampak yang akan terjadi dari persamaan hak dan kewajiban tersebut. Mereka terlalu bergembira bisa keluar dari kekangan budaya yang selama ini membatasi gerak hidup mereka, sehingga begitu hanyut dalam tawaran kebebasan yang ditawarkan kebudayaan barat tanpa pernah dengan teliti memahaminya.
"Wanita adalah tiang negara. Apabila wanitanya hancur, maka hancurlah negara tersebut." Demikianlah sabda seorang manusia yang paling monumental didunia ini, Muhammad SAW. Beliau mencoba menjelaskan bahwa peranan wanita dalam kemajuan suatu bangsa sangatlah penting. Wanita merupakan tonggak peradaban manusia yang senantiasa menjadi kunci dari sempurnanya peradaban manusia. Seperti pada masa keemasan di zaman Rasulullah dan para sahabat.
Keadaan wanita sekarang memang jauh berbeda dengan keadaan wanita tempo dulu yang sangat jelas dikurung oleh warisan budaya. Wanita sekarang lebih banyak keluar rumah, mereka bekerja dikantor-kantor ,mengembangkan karir, bekerja dipabrik-pabrik, dan lebih mandiri secara ekonomi. untuk mendapatkan status dan kedudukan dimasyarakat. Untuk mendapatkan hal tersebut mereka dengan rela meninggalkan kewajiban mereka sebagai seorang Ibu dari anak-anak mereka. Ketika berangkat bekerja, kebanyakan mereka menitipkan anak-anak mereka di panti penitipan, menitipkan anak-anak di rumah kakek dan nenek mereka karena mereka akan bekerja. Tugas dan tanggung jawab mereka sebagai seorang ibu mereka limpahkan kepada sekolah-sekolah yang dianggap mampu mengurus anak mereka. Dan hal ini menyebabkan, terhapuslah peran ibu.




19.17
Matahari Pagi
Posted in 
No Response to "Wanita Kehilangan Pijakan"
Posting Komentar