Infotainment Harus Di Beri "Pelajaran"


Kasus baru, muncul di Televisi. Luna Maya mengatakan dalam Twitternya, Infotainment lebih rendah dari Pelacur. Hal ini kontan membuat saya tertawa. Kata-kata yang selama ini sering terlintas didalam hati kini disebutkan oleh wanita cantik asal Bali itu. Kata-kata itu ditulis distatus luna dlm akun twitter LunMay. sepulang nonton primieri Sang Pemimpi. Anak Aril Peterpen yang sedang digendong Luna terbentur kamera salah satu kameramen infotainment. Kontan hal ini membuat Luna marah dan dilampiaskannya di Twitternya. Hal ini ternyata mengundang kemarahan Infotainment atas sikap Luna yang dianggap luna merendahkan Infotainment itu. Rencananya PWI akan memboikot Luna Maya dan akan menjerat Luna menggunakan undang-undang ITE.

Kejadian ini jelas semakin menunjukkan arogansi Infotainment yang benar-benar tidak merasa bersalah atas kejadian ini. Bukannya melihat dirinya sendiri, mereka malah seratus persen menghukum luna dengan akan menjeratnya secara hukum. Padahal, jika tak ada api maka tak ada asap. WI tidak mau melihat apakah pekerjaannya selama ini sudah meresahkan orang lain atau tidak. Mereka bekerja hanya mementingkan kepentingannya sendiri tanpa punya rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.


Kita, Masyarakat bisa menilai bahwa pekerjaan Infotainment merupakan tindakan PEMBODOHAN terhadap masyarakat. Semakin hari tayangan infotainment semakin tidak terkontrol. Aib orang dicari-cari, kesalahan orang digembar-gemborkan, perselingkuhan dijadikan konsumsi publik. Huh!!! Sangat merusak moral masyarakat, mengingat televisi punya kekuatan besar dalam membentuk opini publik, dan tingkah laku khalayak yang menyaksikan...

Untuk itu, kita masyarakat punya andil yang sangat besar dalam menentukan bahwa infotainment tidak layak tampil ditelevisi.  Kita harus mengambil sikap tegas untuk tidak menonton lagi tayangan-tayangan infotainment dan mengajak keluarga dieumah untuk meninggalkan tontonan gosip. Karena semakin ditonton maka WI akan semakin senang bekerja, mereka akan menganggap bahwa tayangan mereka dibutuhkan masyarakat. Atau kita juga bisa menggerakkan massa untuk mendesak pemerintah melarang tayangan infotainment melakukan Pembodohan kepada masyarakat dengan Demonstrasi atau yang lain-lain. Karena pemerintahpun selama ini diam saja bahkan memberikan ruang gerak bebas bagi tayangan-tayangan buruk yang merusak masyarakat. Karena didalam kode etik jurnalistikpun, banyak sekali kata-kata yang mutitafsir yang banyak dijadikan dalih mencari berita..

1 Response to "Infotainment Harus Di Beri "Pelajaran""

Matahari Pagi mengatakan...

Wah betul. Infotainment memang membodohi masyarakat..

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme